Islam disaat sekarang begitu berat,
tapi insyaAllah dengan kuasa Allah, dan selalu minta perlindungan Allah pasti
bisa dilalui dengan tenang, nyaman dan tetap focus pada ibadah. Dimana saat
sekarang ini pergaulan memegang peran dalam perkembangan setiap manusia,
khususnya yang beragama islam. Di tengah kasus narkoba, sex bebas, dan modis.
Bayangkan jika anda orang tua yang
mempunyai seorang anak, khususnya putri yang mulai beranjak remaja, tentu dalam
benak anda memikirkan, agar anak anda tidak terkena pergaulan yang salah.
Karena kalo sampai dia masuk ke dalam lobang yang salah pasti akan rusak
semuanya.
Sementara orang selaku orang tua tidak selamanya berada
disamping anaknya untuk mengawasi 1x24 jam, remaja-remaja sekarang begitu
berkembang pesat, karena pengaruh dari segala aspek, baik media, maupun non
media dalam arti pergaulan antar kawan.
Tidak mungkin juga kita mensortir satu-persatu
teman mereka, mana yang baik dan mana yang tidak baik, lalu bagaimana cara kita
menanamkan dalam diri mereka sebuah kekuatan, agar mereka secara otomatis
menolak yang buruk. (bisa bikin pusing tujuh keliling nih) hahaha..InsyaAllah
tidak, semuanya asalkan kita niatan baik, maka kekuatan illahi rabbi menyertai.
Ajarkan mereka mengenal huruf
Al-qur,an khususnya syahadat. Karena ini hal yang utama, sejak dari dini mereka
harus sudah bisa mengucapkan, karena mereka terlahir dari islam. Lalu ajarkan
mereka iqro, kalo nggak bisa panggil guru sekalian orang tuannya belajar
sama-sama. Jadi tujuannya biar anaknya benar orang tuanya juga benar, jangan
sampai kita membenarkan anak, tapi orang tuanya tidak benar.
Mengaji, juga mempunyai unsur seni,
bahkan seni yang tinggi dimana didalam aturan membaca, ada maqom-maqom yang
harus di pahami, biar lebih benar pengucapannya dan enak di dengar. Jadi
sekarang terapkan bukan ngaji terus nggak gaul, tapi orang yang nggak ngaji
berarti dia tidak gaul. Dalam arti bodoh bin bego.
Ajak anak-anak kita ke
majelis-majelis ilmu, yang sekarang banyak di mana saja, karena dengan majelis
menambah tali pertemanan yang baik-baik dan menambah ilmu serta maintance
keimanan. Diaman disitu dibacakan ayat-ayat Al-qur'an dan hadits, serta maulud
nabi, sehingga menyentuh hati.
Ajak anak kita jalan-jalan ke mall
dan ke tempat-tempat sejarah islam, dalam arti untuk studi banding, karena
mungkin dimall bisa melihat pergaulan yang baik dan tidak baik, dan ke tempat
sejarah islam mereka bisa belajar awal muawal islam di suatu wilayah dan
histori nya sehingga menambah kekuatan mereka dalam islam dan pengetahuan dalam
sejarah islam.
Ajak diskusi tentang kisah-kisah
nabi, kisah-kisah tauladan islam, sehingga menjadi inspirasi mereka.
Kalau semua ini berjalan dengan baik
pasti anak anda menjadi anak yang protector pada perilaku diluar islam, disaat
dia mengenal teman dia tahu bagaimana cara bergaul dalam islam, baik atau
tidaknya seorang temannya, dan batasan-batasan mana untuk bergaul, dan bahaya
apa yang akan mengundang Allah marah dan membawa rugi dirinya.
Anak adalah titipan Allah yang harus
kita jaga dan kita kasihi dengan kasih sayang, dan anak adalah kunci kita,
investasi kita kepada Allah kalo kita untung Allah memberi surgaNya, kalo kita
merugi Allah murka dan menempatkan kita selaku orang tua yang sudah salah
mendidik di Neraka jahanam.
Jadi janganlah kita
terlalu sibuk dengan duniawi dan menelantarkan anak, karena itu akan merubah
sudut pandang anak kepada kita, hilangnya rasa hormat anak kepada orang tuanya,
karena orang tua yang sibuk semakin anak mencari kesibukan sendiri diluar dan
tidak menjadi saling mengenal antara anak dan orang tua, ditambah sikap orang
tua yang nga mau rugi dan cape, hanya menuntut anak ini harus jadi anak yang
benar, padahal si orang tua belum memberikan contoh pada mereka bagaimana
menjadi anak yang benar.



0 komentar:
Posting Komentar